Rabu, 14 Oktober 2015

A .   Latar belakang ikan gurame 
       Berkas:Osphro goram Weber.jpg
Ikan yang lebar dan pipih. Panjang tubuh (SL, standard length[2]) 2,0-2,1 kali tinggi tubuh; panjang tubuh total (dengan sirip ekor) bisa mencapai 1.000 mm. Sirip perut dengan jari-jari pertama yang pendek berupa duri dan jari-jari kedua yang lentur panjang serupa cambuk. Rumus sirip punggung (dorsal) XI-XIV (jari-jari keras atau duri) dan 12-14 (jari-jari lunak); sementara sirip dubur (anal) X-XI dan 20-23.[3]
Ikan yang muda memiliki moncong yang meruncing, dengan 8-10 pita melintang (belang) di tubuhnya. Jika beranjak dewasa warna-warna ini memudar, dan kepala ikan akan membengkak secara tidak teratur.[3]

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Gurami bakar
Ikan gurami terutama digemari sebagai ikan konsumsi. Dagingnya padat, durinya besar-besar, rasanya enak dan gurih. Gurami hampir selalu tersedia di restoran, untuk dijadikan pelbagai macam masakan terutama gurami bakar dan gurami asam-manis. Ikan ini berharga cukup mahal.
Gurami juga disukai sebagai ikan hias akuarium.

Penyebaran dan ekologi

Gurami semula menyebar di pulau-pulau Sunda Besar (SumatraJawa, dan Kalimantan), namun kini telah dipelihara sebagai ikan konsumsi di berbagai negara di Asia (terutama Asia Tenggara dan Asia Selatan) serta di Australia.[3]
Di alam, gurami hidup di sungai-sungai, rawa dan kolam, termasuk pula di air payau; namun paling menyukai kolam-kolam dangkal dengan banyak tumbuhan. Sesekali ikan ini muncul ke permukaan untuk bernapas langsung dari udara.[1]
Induk gurami, untuk beberapa waktu lamanya, menjaga dan memelihara anak-anaknya. Telurnya dilekatkan di tetumbuhan air atau ditaruh di sarang yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan. Gurami terutama adalah pemakan tumbuhan, namun mau juga memangsaseranggaikan lain, dan juga barang-barang yang membusuk di air.[1] Dari sifatnya yang rakus tumbuhan itu, gurami juga dimanfaatkan sebagai pengendali gulma  di kolam-kolam.

Budidaya Gurami 

Secara garis besar, budidaya gurami dibagi dalam 3 bagian utama, ini disebabkan pertumbuhan gurami yang lambat. ketiga bagian tersebut adalah:
  1. Pembibitan: Pembudidaya menyiapkan Induk Gurami (jantan dan betina) untuk dipijahkan (bertelur),
  2. Pendederan: Pembudidaya menetaskan telur menjadi larva hingga gurami dengan ukuran tertentu, biasanya ukuran 125 gram/ekor, atau 8 ekor/kg
  3. Pembesaran: Pembubidaya membesarkan gurami dari ukuran 125 gram/ekor menjadi 400 gram hingga 1 kg/ekor, umumnya disebut sebagai ukuran konsumsi.

B.          Rumusan masalah
1      Bagaimanakah cara membuat kolam dan ukurannya?
2      Bagaimanakah cara memlihara ikan gurame agar terhindar dari penyakit?
      Bagaimanakah cara menanggulangi ikan gurame apabila terserang berbagai virus?
,     Bagaimanakah cara melakukan pembesaran ikan gurame ?
      Bagaimanakah cara pendederan pada ikan gurame ? 
v    
C.          Tujuan
      Untuk mengetahui cara membuat kolam dan ukurannya
      Untuk mengetahui cara memelihara dan menggulagi ikan gurame agar terhindar dari berbagai firus
      Untuk penambah pengetahuan tentang bisnis ikan gurame yang hasilnya menjanjikan
Untuk mengetahui cara pembesaran ikan gurame 
Untuk mengetahui cara pendederan pada ikan gurame